Showing posts with label korban. Show all posts
Showing posts with label korban. Show all posts
Thursday, December 29, 2016
Korban Kebakaran di Tambora Masih Bertahan di Pinggir Rel Kereta Api
Korban Kebakaran di Tambora Masih Bertahan di Pinggir Rel Kereta Api
Pascakebakaran yang meludeskan ratusan rumah di Tambora, Jakarta Barat, para korban kebakaran masih bertahan di jalur rel kereta api, karena belum adanya tenda darurat.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Minggu (27/9/2015), setelah berjibaku 5 jam lebih, kobaran api yang menghanguskan kawasan padat penduduk di Jembatan Besi, Tambora, akhirnya berhasil dipadamkan Minggu dini hari.
Akibat rumah ludes dilalap api, korban kebakaran terpaksa bermalam di jalur rel kereta api dan sungai yang letaknya tak jauh dari lokasi kebakaran. Mereka tidur hanya beralaskan terpal plastik dan tikar.
Wakil Camat Tambora Suryanto berjanji akan mendirikan tenda pengungsian di dekat Puskesmas dan tempat ibadah terdekat.
Kebakaran yang menghanguskan 100 rumah di Jembatan Besi, Tambora terjadi Sabtu malam. Dugaan sementara, api dipicu hubungan pendek arus listrik di salah satu rumah kontrakan. (Nda/Yus)
Sumber: Liputan6.COM
Go to link download
Thursday, December 22, 2016
Korban Wafat Tragedi Mina 769 Orang
Korban Wafat Tragedi Mina 769 Orang
Jemaah haji Indonesia yang wafat dalam musibah Mina bertambah menjadi 22 orang. Sementara pemerintah Arab Saudi menyebutkan, total korban tewas musibah itu 769.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Minggu (27/9/2015), bertambahnya jumlah korban wafat dalam musibah Mina, 24 September lalu diumumkan kepala daerah kerja atau Daker Mekah Arsyad Hidayat, dalam konferensi pers jam 02.30 pagi waktu Arab Saudi.
5 Korban wafat yang baru ditemukan adalah Nero Sahi Astro-Kloter SUB 48, Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo-Kloter SUB 61, Siti Muanifah Zainuddin Sahlan, Kloter SUB 61, Rasno Asyidik Kardan-Kloter JKS 61, dan Sri Prabandari Markani-Kloter SOC 62.
Saat ini Certificate of Death para korban masih diproses melalui maktab dan muassasahdi Arab Saudi.
Dari total 22 WNI yang wafat, 19 adalah jemaah haji dari Tanah Air. Sedangkan 3 orang lainnya adalah WNI yang bermukim di Arab Saudi.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menemui jemaah haji dari Kloter JKS 61, menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa kepada keluarga korban.
Selain 22 korban wafat, 6 jemaah haji Indonesia cedera dan kini dirawat di rumah sakit. Mereka terluka karena terinjak-injak, terdesak, atau akibat dorongan yang terlalu keras.
Sementara itu, seperti dikutip sejumlah media, Menteri Kesehatan Arab Saudi Khalid Al Falih mengumumkan jumlah korban tewas dalam musibah Mina sebanyak 769 orang, dan korban luka 934 orang.
Korban wafat terbanyak adalah jemaah haji asal Iran dengan 136 orang, disusul Maroko dengan dengan 87 orang.
Yang membingungkan, Kementerian Arab Saudi menyebut korban dari Indonesia hanya 3 orang. Diduga, mereka belum memverifikasi data korban terbaru. (Nda/Yus)
Go to link download
Friday, September 30, 2016
Tiga WNI Korban Tragedi Mina Diduga Tersesat
Tiga WNI Korban Tragedi Mina Diduga Tersesat

JAKARTA - Penyelidikan terhadap korban dari tragedi Mina yang terjadi Kamis 24 September 2015 terus dilalukan Pemerintah Arab Saudi. Sebanyak tiga WNI menjadi korban dalam tragedi nahas itu.
Dirjen Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan adanya jamaah haji asal Indonesia yang menjadi korban meninggal dunia diduga karena mereka tersesat atau tersasar.
"Seperti yang telah disampaikan, Jalan Aran 204 itu bukan merupaka tempat lempar jumrah bagi jamaah Indonesia," kata Iqbal kepada wartawan, Jakarta, Jumat (25/9/2015).
Menurutnya, banyak jamaah Indonesia yang tidak memahami lokasi kejadian menuju Mina. "Mungkin saja karena tersesat. Karena banyak dari jamaah kita yang enggak paham lokasi tersebut," ujar Iqbal.
Untuk itu, Iqbal pun mempercayakan penanganan tragedi Mina kepada Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
"Berikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka. Setidaknya untuk kasus ini kita berharap ada info lebih cepat dari Pemerintah Arab Saudi," imbuhnya.
Sebagai informasi, tiga WNI yang menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut di antaranya Hamid Atuwi asal Surabaya, Saiyah asal Batam, dan satu korban lagi yang masih dalam tahap identifikasi.
"Mereka tidak memakai identitas gelang di tangannya. Sehingga satu jenazah lagi perlu melewati proses identifikasi yang panjang," tutupnya.
Sumber : Okezone.com
Go to link download
Saturday, September 3, 2016
41 Korban Jamaah Asal Indonesia Tewas dalam Tragedi Mina 82 Hilang
41 Korban Jamaah Asal Indonesia Tewas dalam Tragedi Mina 82 Hilang

Jumlah jamaah haji Indonesia yang menjadi korban tewas tragedi Mina bertambah menjadi 41 orang dari sebelumnya 34 orang. Bahkan, empat warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi juga ikut jadi korban pada musibah tersebut.
Dirjen Peyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengatakan, jumlah tersebut diperoleh setelah tim Panitia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) mengunjungi pemulasaran jenazah di Al Muashim.
Selain jamaah yang wafat, lanjut dia, ada 10 haji yang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit milik Pemerintah Arab Saudi. Jumlah tersebut naik dari pemberitahuan sebelumnya sebanyak enam orang.
Abdul Djamil juga mengemukan, sampai saat ini sebanyak 82 jamaah belum kembali ke pemondokan sejak Kamis 24 September 2015. Itu adalah hari dimulainya Tragedi Mina. Saat ratusan jamaah terinjak-injak hingga tewas.
"Kami akan terus melakukan pencarian untuk memperjelas (status) 82 orang yang belum kembali, sampai tuntas," ujarnya menegaskan.
Jamaah yang belum kembali ke pemondokan tersebut berasal dari sejumlah kloter yaitu: Kloter 14 embarkasi Batam (BTH 14) sebanyak delapan orang. Kloter 61 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61) sebanyak 46 orang. Kloter 10 embarkasi Makasar (UPG 10) sebanyak lima orang.
Kemudian kloter 62 embarkasi Solo (SOC 62) sebanyak tujuh orang. Kloter 48 embarkasi Surabaya (SUB 48) sebanyak 14 orang. Kloter 36 embarkasi Surabaya (SUB 36) sebanyak dua orang.
Sedangkan dari 10 orang yang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, empat di antaranya yakni atas nama Aam Amalia Rustama dari kloter JKS 61, nomor paspor B0929863, dirawat di RS Arofah.
Lalu Murtiningsih Neman Sunar Akun dari kloter SUB 48, nomor paspor B1225295, dirawat di RS Security Force Awali. Sapuna Muntaha Hedan dari kloter SUB 48, nomor paspor B1381244, dirawat di RS King Abdullah. Kemudian ia dipindahkan ke RS Jeddah
Selain itu, Maryam Pauli Kiming dari kloter UPG 10, nomor paspor B0693505, dirawat di RS Security Force Awali.
Go to link download
Wednesday, August 24, 2016
Penyebab Identifikasi Korban Wafat Tragedi Mina Berlangsung Lama
Penyebab Identifikasi Korban Wafat Tragedi Mina Berlangsung Lama
Hingga Senin (28/9/2015) tercatat sudah 41 warga negara Indonesia yang wafat. Tak mudah untuk mengidentifikasi jemaah dari Tanah Air di antara gelimangan jasad penduduk dunia lainnya.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergerak cepat sejak hari pertama kejadian meski akses terhadap rumah sakit dan pemulasaraan jenazah baru diberikan Pemerintah Arab Saudi pada Jumat malam 25 September 2015.
Seperti dipaparkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil. "Proses identifikasi jenazah korban memerlukan waktu yang cukup," kata Djamil dalam jumpa pers di Daker Mekah, Arab Saudi.
Menurut Djamil, ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam proses identifikasi jenazah jemaah Indonesia. Apa itu?
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergerak cepat sejak hari pertama kejadian meski akses terhadap rumah sakit dan pemulasaraan jenazah baru diberikan Pemerintah Arab Saudi pada Jumat malam 25 September 2015.
Seperti dipaparkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil. "Proses identifikasi jenazah korban memerlukan waktu yang cukup," kata Djamil dalam jumpa pers di Daker Mekah, Arab Saudi.
Menurut Djamil, ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam proses identifikasi jenazah jemaah Indonesia. Apa itu?
"Pertama, pada 2 hari awal setelah kejadian, pemerintah Arab Saudi menutup akses untuk mendapatkan data-data awal korban dikarenakan mereka sedang proses evakuasi dan identifikasi awal," tutur dia. "Kami baru mendapatkan akses ke tempat pemulasaraan jenazah pada tanggal 25 September 2015 pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS)," imbuh Djamil.
Kedua, sambung dia, proses identifikasi dan pencocokan data yang relatif tidak mudah dikarenakan foto kondisi jenazah berbeda dengan data pada Siskohat dan E-Hajj. "Tim PPIH melakukan inventarisasi foto-foto yang diduga memiliki kemiripan dengan wajah-wajah jenazah," ujar dia.
Ketiga, banyak foto tanpa disertai identitas yang meyakinkan bahwa yang bersangkutan adalah jemaah haji Indonesia. Menurut Djamil, diperlukan proses pengecekan data dan file pendukung yang memperkuat dugaan bahwa jemaah tersebut berasal dari Indonesia.
Yakni berupa gelang jemaah, sobekan dokumen administrasi perjalanan ibadah haji (DAPIH), identitas maktab, kartu bis, tas paspor. Lalu aksesoris syal, kain ihram, kain kerudung, dan pakaian.
Keempat, perlunya prinsip kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi kepada keluarga jemaah haji.
Dari proses identifikasi yang sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir, Djamil memetakan tiga kriteria korban dalam peristiwa ini. Yakni jemaah yang meninggal dunia, jamaah yang cidera, dan yang belum kembali ke pemondokan.
Untuk jamaah yang telah meninggal dunia, tim PPIH melakukan proses identifikasi berupa pencocokan data foto jenazah, kondisi fisik, dan foto yang terdata dalam siskohat dan E-Hajj.
Kedua, sambung dia, proses identifikasi dan pencocokan data yang relatif tidak mudah dikarenakan foto kondisi jenazah berbeda dengan data pada Siskohat dan E-Hajj. "Tim PPIH melakukan inventarisasi foto-foto yang diduga memiliki kemiripan dengan wajah-wajah jenazah," ujar dia.
Ketiga, banyak foto tanpa disertai identitas yang meyakinkan bahwa yang bersangkutan adalah jemaah haji Indonesia. Menurut Djamil, diperlukan proses pengecekan data dan file pendukung yang memperkuat dugaan bahwa jemaah tersebut berasal dari Indonesia.
Yakni berupa gelang jemaah, sobekan dokumen administrasi perjalanan ibadah haji (DAPIH), identitas maktab, kartu bis, tas paspor. Lalu aksesoris syal, kain ihram, kain kerudung, dan pakaian.
Keempat, perlunya prinsip kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi kepada keluarga jemaah haji.
Dari proses identifikasi yang sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir, Djamil memetakan tiga kriteria korban dalam peristiwa ini. Yakni jemaah yang meninggal dunia, jamaah yang cidera, dan yang belum kembali ke pemondokan.
Untuk jamaah yang telah meninggal dunia, tim PPIH melakukan proses identifikasi berupa pencocokan data foto jenazah, kondisi fisik, dan foto yang terdata dalam siskohat dan E-Hajj.
Go to link download
Labels:
berlangsung,
identifikasi,
korban,
lama,
mina,
penyebab,
tragedi,
wafat
Tuesday, August 16, 2016
Jadi Korban Akun Palsu Facebook Wartawati ini Ditelpon Banyak Pria untuk Kencan
Jadi Korban Akun Palsu Facebook Wartawati ini Ditelpon Banyak Pria untuk Kencan

| C.Kehidupan - Kasus akun palsu di Facebook yang mengatasnamakan Ernawaty, jurnalis media cetak di Salatiga membuat korban trauma. Akun FB Erna Erna memang tidak memajang foto pribadinya. Namun alamat orangtua Erna di Semarang dan nomor telepon pribadi Erna ikut dicantumkan dan dijajakan di sejumlah group wanita panggilan. Kerugian aku, jelas secara moril aku malu. Tiap malam aku ditelpon laki-laki yang mengajak kencan dengan bahasa jorok, itu membuat aku down dan emosi, kata Erna seperti dikutip dari Kompas. Akun FB palsu Ernawaty, seorang wartawati dari koran Wawasan Semarang yang diprofilkan sebagai wanita panggilan. |
Menurut wanita berambut panjang itu, sejak dirinya menyadari telah dijual oleh seseorang melalui akun FB palsu, setiap malam dirinya tidak pernah nyenyak tidur. Biasanya para pria pemburu wanita ini menghubungi nomor telepon genggamnya di atas pukul 22.00 WIB.
Saat ditanyakan kenapa tidak abaikan saja panggilan-panggilan yang tidak dikenal, atau mengganti nomor ponselnya dengan nomor yang baru. Erna beralasan, tuntutan profesi membuat dirinya mengabaikan saran itu.
Selain karena alasan profesionalitas, lanjut Erna, polisi juga memintanya untuk tidak mengganti nomor ponselnya sebagai bagian dari langkah untuk mengungkap siapa pelaku penjual dirinya di dunia maya.
Penyidik sendiri menyarankan aku untuk jangan mematikan Hp, tidak mengganti no telpon atau menghapus SMS yang masuk. (Sebenarnya) semakin beban mental buat aku, imbuhnya.
Di bagian lain, Kepala Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo mengatakan, pihaknya telah menempuh sejumlah upaya untuk menyelidiki pelaku yang yang membuat nama akun palsu Erna dengan mengumpulkan alat-alat bukti.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ernawaty (30), wartawati koran Wawasan yang bertugas di kota Salatiga, tiba-tiba dikenal sebagai wanita panggilan di dunia maya. Seseorang yang hingga kini masih misterius telah membuat akun atas nama Erna dan menampilkan profilnya sebagai wanita pemuas seks yang bisa diajak kencan dengan tarif tertentu.
Go to link download
Subscribe to:
Posts (Atom)